23 July 2007

Perhutani (Kabar)

Sunday, 22 July 2007, Yogyakarta
MENGUAT, WACANA PERHUTANI PINDAH YOGYA; 34.000 Pelamar Berebut 200
Lowongan

YOGYA (KR) - Meski jumlah pegawai yang dibutuhkan hanya sekitar 200
personel, namun masyarakat umum yang memasukkan lamarannya untuk
menjadi pegawai Perum Perhutani mencapai sekitar 34.000 orang. Dari
jumlah tersebut, yang telah lolos seleksi administratif sebanyak
26.300 orang. Sehingga, 26.300 orang itulah yang akan bersaing
memperebutkan pekerjaan di Perum Perhutani.

"Rencananya dua minggu lagi akan dilakukan seleksi atau ujian
tertulis untuk pelamar umum tersebut. Kami berencana menggelar tes di
Yogya atau Jakarta. Maunya sih di Yogya, sekaligus untuk
menyemarakkan berbagai event di kota wisata dan kota pendidikan ini.
Tapi kalau di Yogya tidak ada gedung yang mampu menampung jumlah
pelamar, ya mungkin di Jakarta," ujar Dirut Perum Perhutani Dr Ir
Transtoto Handadhari menjawab pertanyaan KR di Yogyakarta, Sabtu
(21/7), terkait penerimaan pegawai di perusahaan kehutanan di bawah
naungan Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tersebut.

Transtoto sendiri kemarin di Yogya untuk membuka seleksi pengangkatan
pegawai internal Perum Perhutani, dari tenaga honorer, kontrak dan
sejenisnya menjadi pegawai perusahaan. Pegawai honorer/kontrak yang
mengikuti penjaringan 792 orang dan untuk sementara yang akan
diangkat 300 orang.

"Saat ini Perum Perhutani memiliki pegawai 32.000 orang, 14.000 di
antaranya berstatus pegawai perusahaan dan PNS yang diperbantukan,
serta 18.000 lainnya tenaga honorer atau kontrak. Kondisi ini akan
coba kita normalkan, mengingat beban yang harus ditanggung perusahaan
cukup berat," kata Transtoto.

Dalam waktu dekat ini sekitar 900 pegawai juga akan pensiun. Karena
itu, akan diangkat 300 pegawai honorer/kontrak menjadi pegawai
perusahaan dan 200 pegawai baru dari luar.

Sementara mengenai wacana pemindahan Kantor Pusat Perum Perhutani
dari Jakarta ke Yogyakarta sebagaimana yang pernah mengemuka beberapa
waktu lalu, Transtoto yang merupakan putra Yogya itu mengungkapkan,
saat ini Menteri BUMN telah memberikan lampu hijau untuk dilakukan
kajian.

"Jadi wacana itu tidak berhenti atau hilang begitu saja, namun memang
sedang dalam tahap pengkajian. Kami akui, ada plus-minusnya jika
kantor pusat pindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Nah, hal itulah yang
sedang dikaji," jelas Transtoto.

Dikatakan, pemilihan Yogyakarta karena merupakan daerah yang sangat
strategis dari aspek transportasi, aksesibilitas, maupun fasilitas
sarana dan prasarana. Yogya juga terletak di posisi tengah-tengah,
mengingat Perhutani mencakup wilayah kerja Jawa-Madura.

"Kantor kami di Jakarta masih menyewa di Gedung Manggala Wana Bhakti
milik Departemen Kehutanan. Namun alasan wacana pemindahan Kantor
Pusat Perum Perhutani dari Jakarta ke Yogya tidak semata-mata karena
sewa gedung di Jakarta yang cukup mahal, namun untuk berbagai
efisiensi dan efektivitas pengelolaan perusahaan," ujarnya.

Transtoto mengatakan, sewa gedung di Jakarta mencapai miliaran rupiah
pertahunnya. Biaya perjalanan dinas para pejabat dan pegawai pun
lebih besar jika kantornya di Jakarta.

"Kalau bisa berdiri di Yogya, bisa dihitung berapa besar dana yang
bisa ditekan? Sehingga perusahaan lebih efisien dan efektif," katanya.

Namun diakui pula, kantor pusat lebih baik jika berdekatan dengan
pusat pengambilan kebijakan atau regulasi yakni Pemerintah
Pusat. "Jadi memang ada plus-minusnya. Ya tergantung kajian nanti.
Kalau Menteri BUMN setuju pindah, ya kita pindah ke Yogya," ucap
Transtoto.(San)-f.

No comments:


Text Link Ads